Kopi adalah Koentji!

kopikitaDunia gaul, srawung, tak mengenal ruang, waktu dan peristiwa. Ia bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Salah satu jembatannya secangkir kopi. Dengan kopi, segala kekakuan bica cair dalam hitungan detik. Apalagi ditambah gojek kere, becandaan tanpa prasangka. Level kejenakaan selalu diuji ramai-ramai. Nek nesu mulih, kalau marah sebaiknya pulang, atau tidur saja. Continue reading

Posted in Catatan Gado-Gado | Leave a comment

Asyiknya Seni Rupa Kontemporer

berdoaDiskusi tentang seni rupa kontemporer terus terjadi. Menarik. Saya termasuk yang menyukai hal ini. Konsep dan praktik seninya juga terus digarap, digodog, dieksebisikan secara terbuka. Dinamika ini bikin hidup makin hidup. Apa sih yang dimaksud dengan seni rupa kontemporer itu? Mengapa ia menarik untuk disenggol dan goyang terus menerus agar menghasilkan getaran-getaran yang cihui? 😉 Continue reading

Posted in Catatan Gado-Gado | Leave a comment

Pameran Fotografi Pala Kependhem*

blog Cassava in Red #07Festival Lima Gunung merupakan hajatan kultural mandiri yang diselenggarakan Komunitas Lima Gunung sejak tahun 2002. Seniman petani yang merupakan lokomotif sekaligus partisipan inti dari festival ini merupakan warga yang tinggal di wilayah gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh. Perayaan keragaman seni tradisi, yang juga ajang silaturahim antarmasyarakat ini, dihidupi dengan cara dan kearifan lokal yang inspiratif. Ia menjadi energi budaya, yang tidak sekadar meledak dan seremoni sesaat, tetapi juga memiliki dampak yang kuat bagi kesadaran dan pengembangan diri-kultural masyarakat di sekitarnya, bahkan melampauinya.

Continue reading

Posted in Catatan Gado-Gado | Leave a comment

… untuk Sol

Sol, di penghujung senja kemarin, sampean mengatakan tentang betapa kusutnya arsitektur hujan. Apa maksud sampean? Hujan ya hujan. Tidak perlu membahas arsitekturnya. Tidak perlu juga sampean mengulas muasal atau semacam epistemologinya. Hujan itu tentang air yang jatuh dari langit. Jatuhnya saat pagi atau senja ya biar saja, Sol. Biarin juga kalau senja sudah dipotong untuk pacarnya. Petani tidak peduli itu. Temanku yang tinggal di perbukitan juga tidak ambil pusing. Kalau sampean masih saja asyik sendiri dengan dialektika atas air itu, silakan, Sol. Aku mau perbaiki payung dulu. Continue reading

Posted in Catatan Gado-Gado | Leave a comment

FFPJ Kita: Merayakan Kemanusiaan

 

 

Logo Yayasan FFPJ

Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) sejak dilahirkan pada 2010 senantiasa diikhtiarkan untuk berproses dalam kesederhanaan. Perayaan ini dijalani oleh para pemangku kepentingannya melalui laku belajar bersama, berbagi dan silaturahim. Belajar bersama adalah aksi setara untuk mengelaborasi gagasan maupun praktik ilmu agar lebih memiliki manfaat bagi orang banyak. Berbagi merupakan bentuk syukur atas apa yang dimiliki oleh diri maupun komunitas dan kemudian membaginya kepada pihak lain yang belum memiliki kesempatan baik. Silaturahim adalah sebuah kesadaran atas pentingnya pertemuan dan hubungan multidimensi antarmanusia.

Continue reading

Posted in Catatan Gado-Gado | Leave a comment